Tampilkan postingan dengan label Renungan Mingguan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Mingguan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 April 2014

Minggu, 2 Maret 2014 "Kemuliaan Kristus"


KEMULIAAN KRISTUS

Matius 17 : 1 -9

              Syalom dan Selamat hari Minggu!
             Hari ini kita akan mendengarkan kisah mengenai penantian yang ajaib yang dilakukan oleh Kristus. Peristiwa ini adalah sesuatu yang misteri dan luar biasa, dimana kemuliaan Tuhan Yesus nampak didepan mata ketiga muridNya enam hari setelah peristiwa kaisarea Filipi. Tuhan Yesus membawa ketiga muridNya yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes ke sebuah gunung yang tinggi yaitu gunung Hermon. 
               Apa yang terjadi di gunung hermon itu ? Tuhan Yesus berubah rupa di depan mata mereka : wajahNya bercahaya seperti matahari dan pakaianNya menjadi putih bersinar seperti terang berkilat-kilat, kemudian mereka melihat Musa dan Elia. Musa yang memberikan hukum Allah kepada bangsa Israel, berkat Musa bangsa Israel memiliki hukum-hukum Allah. Sedangkan Elia adalah Nabi yang sangat besar dan ternama diantara para Nabi, bertemu dengan Tuhan Yesus sebelum Tuhan Yesus naik ke kayu salib. Kedua orang ini menampakan diri dalam kemuliaan dan berbicara dengan Tuhan Yesus. Apakah yang dibicarakan orang hebat itu dengan Tuhan Yesus ? Mereka  berbicara tentang tujuan kepergianNya yang akan di genapi-Nya di Yerusalem, (Lukas 9:31). Kedua Nabi ini menyadari bahwa semua yang mereka inginkan, rindukan, nanti-nantikan dimasa lalu ada di dalam diri Tuhan Yesus. Penggenapan Taurat, penggenapan nubuatan, tentang kedatangan Mesias, tentang penebusan semuanya ada dalam diri Kristus. Petrus yang melihat Musa dan Elia sedang berbicara dengan Yesus menjadi kaget dan senang hati. Selama ini hanya mendengar di kitab suci mengenai kedua Nabi itu, namun sekarang dia bisa melihatnya sedang berbicara dengan Tuhan Yesus. Tuhan betapa bahagianya kami berada di tempat ini, jika Engkau mau biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia. Tetapi ketika dia berkata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan terdengan suara yang berkata "Inilah anak-Ku yang kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan". (Matius 3:17). Hal ini menunjukan bahwa Allah Bapa setuju dengan misi Allah Anak untuk menebus manusia di atas kayu salib.
                 Penebusan dosa manusia adalah penebusan dosa yang sudah direncanakan sebelum dunia ini, penebusan dosa manusia sudah dinubuatkan ribuan tahun yang lalu. Penebusan dosa manusia merupakan rencana dan pekerjaan yang besar dari Allah dan di dukung dari surga. Karena itu kita mesti setiap hari bersyukur kepada Allah yang telah menanggung dosa-dosa kita di atas kayu salib. Belajarlah bersyukur bukan hanya untuk kesehatan, untuk pekerjaan, studi, tetapi bersyukurlah juga setiap hari untuk anugerah keselamatan yang sudah kita terima dari Tuhan Yesus. Anugerah keselamatan itu cuma-cuma diberikan oleh Tuhan, tetapi harganya sangat mahal karena dibayar dengan kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib. Amin. ARP.

* ARP = Pdt. Adian R. Pasaribu, S.Th




Minggu, 13 April 2014 "Yesus Dielu-elukan di Yerusalem"


YESUS DIELU-ELUKAN DI YERUSALEM

MATIUS 21 : 1 -11

              Keberadaan Tuhan Yesus di suatu tempat selalu menarik perhatian banyak orang. Tidak heran mengapa orang banyak selalu ingin melihatNya sebab namaNya sudah begitu populer dan apa yang diperbuatNya selalu menjadi pembicaraan khalayak ramai. Tuhan Yesus banyak melakukan mukjizat. Kedatangan Tuhan Yesus ke Yerusalem disambut oleh orang banyak dan namaNya dielu-elukan. Ia disambut bagai seorang raja. Memang Tuhan Yesus adalah Raja, namun tidak seperti raja yang dibayangkan oleh banyak orang yang mengelu-elukanNya saat itu di Yerusalem itu. Sewaktu Tuhan Yesus dan murid-muridnya telah dekat Yerusalem, Yesus menyuruh dua orang muridNya untuk pergi ke kampung di depan dan mereka akan menemukan seekor keledai muda yang tertambat untuk dibawa kepada Tuhan Yesus.
                Tuhan Yesus menggunakan keledai dan bukan seekor kuda. Hal ini menggenapi nubuatan Nabi Zakharia (Zak. 9:9). Hampir semua orang di kota Yerusalem mendambakan Mesias yang datang itu adalah seorang raja yang mampu membebaskan mereka dari jajahan Romawi. Dalam teks jelas sekali bahwa mesias yang datang itu adalah pribadi yang sangat sederhana, karakter yang dimiliki Sang Mesias jauh dari yang dibayangkan. Tapi bagi sebagian orang sosok Yesus yang sederhana mampu menembus batas perbedaan sehingga tidak ada lagi perbedaan antara orang kaya dan miskin, sebab Yesus datang dengan kesederhanaanNya. Yesus datang sebagai hamba, oleh karena itu secara manusia  Dia tidak begitu diperhitungkan, bahkan terkesan dicemoohkan tapi begitulah cara Yesus datang ke dunia untuk bisa memenuhi panggilanNya. Tuhan Yesus mempunyai misi yang besar, Ia mau menyelamatkan "seluruh umat manusia" dari kematian akibat DOSA. Untuk menggenapi misi itu harus menjalani kematian di kayu salib.
                Meneladani tokoh Yesus dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan komitmen dan keseriusan menjalankannya. Banyak orang yang tumbuh dalam keluarga kristen berkata "ya' kepada Yesus tanpa memahami apa yang dikatakannya. Namun saat diperhadapkan dengan tantangan mereka segera meninggalkan iman yang hanya mereka ucapkan di bibir. Mengimani Yesus serta meneladaniNya merupakan keputusan penting dalam hidup. Oleh karena itu sikap yang dapat kita lihat dari diri Yesus yang harus kita lakukan yaitu : Setia melakukan kehendak Bapa dan menunjukan pribadi yang rendah hati. Amin. PHS

* PHS = Pdt. Patuan Hotman Simatupang, S.Th




Rabu, 02 April 2014

Minggu, 26 Januari 2014 "Bersatu Hati dan Satu Tujuan di Dalam Kristus"


BERSATU HATI DAN SATU TUJUAN DI DALAM KRISTUS

1 KORINTUS 1 : 10 -18

              Mengapa begitu banyak dan sering kita menemukan ketidak-harmonisan atau perselisihan ? Mengapa juga ada semacam "persaingan" untuk menunjukan "siapa yang lebih besar dan hebat." Ini bisa berlaku bagi "pribadi" maupun "kelompok". Bagi pribadi : ketika ia merasa lebih dari yang lain, baik dalam rupa materi maupun non materi. Dan bagi kelompok : ketika ada perasaan bahwa "kelompoknya" lebih besar, lebih kuat, lebih berada dibandingkan dengan kelompok yang lain. Lalu apa hasil yang diperoleh? Baikkah? Biasa dan umumnya tidak akan pernah berhasil baik. Apalagi bila unsur tidak mau peduli dan tidak berempati pada yang lain semakin dipelihara. Biasanya hanya akan berujung pada "perpecahan" dan tentunya menuju kehancuran.
             Konteks peristiwa yang menjadi latas belakang dalam Surat Korintus ini adalah terjadinya suatu perpecahan dalam jemaat. Memang, bentuk perpecahan itu belum sampai membuat warga jemaat saling memisahkan diri antara satu dengan yang lain, namun masih dalam wujud perpecahan pemahaman. Di Korintus muncul banyak golongan, dimana golongan-golongan tersebut itu mengklaim diri sebagai pengikut tokoh-tokoh terkenal, diantaranya : Apolos, Petrus, Paulus bahkan kristus. Ini bisa terjadi karena pada masa itu mulai banyak muncul tokoh-tokoh cendikiawan Kristen dan guru-guru Injil yang gemar mengajarkan berbagai ajaran filsafat yang dihubungkan dengan Injil.
            Minggu ini kita diperhadapkan pada keberadaan jemaat yang hendaknya ada di tengah-tengah kehidupan kita. Paulus menyatakan keinginan yang terdalam yang sangat ia dambakan. Paulus tidak menginginkan adanya perpecahan di dalam kehidupan jemaat di Korintus.. Ia memulai suratnya dengan ungkapan yang sangat luar biasa yang menyatakan bagaimana keberadaan jemaat Korintus. Pernyataan yang sangat membesarkan hati, pernyataan yang di dalamnya terkandung suatu maksud bahwa jemaat ini adalah jemaat yang sudah terbina dengan baik sejak awalnya. Jemaat yang sudah mengalami "pertumbuhan iman" dengan baik pula. Oleh sebab itu melalui pernyataan ini, Paulus ingin menegaskan bahwa sangatlah tidak baik bila jemaat yang sudah tumbuh dengan baik pada akhirnya akan terpecah belah "hanya" oleh "ajaran yang menyesatkan". Perbedaan pemahaman itu telah melahirkan pengkotak-kotakan dalam persekutuan mereka. Seakan-akan akan ada ungkapan : "Dia adalah mereka. Mereka bukan kita. Dia bukan aku."
               Oleh sebab itu Paulus mencoba mengembalikan hakekat keimanan yang benar dan dalam kehidupan iman yang benar, tidak ada seorang atau sekelompok orang yang lebih benar atau lebih besar daripada yang lain. Satu-satunya yang benar dan besar itu adalah Tuhan Yesus sendiri. Itulah sebabnya mengapa Rasul Paulus menganggap kesamaan baptisan oleh Kristus menjadikan orang kristen patut bersatu dan sehati sepikir untuk menerima Kristus. Kita semua adalah orang yang sama-sama ditebus melalui salibNya. Tidak ada yang patut membanggakan diri dengan pelayanannya sendiri. Karena pelayanan itu sendiri berasal dari Dia, oleh Dia kita mendapatkan pengutusan ini, dan muara semuanya adalah demi kemuliaan Allah Bapa kita (Roma 11:36). Amin.

PHS

* PHS = Pdt. Patuan Hotman Simatupang, S.Th




Minggu, 19 Januari 2014 "Hamba TUHAN Sebagai Pembawa Kabar Keselamatan"


HAMBA TUHAN SEBAGAI PEMBAWA KESELAMATAN

YESAYA 49 : 1 -7
Syalom dan Selamat hari Minggu!

              Dalam Kitab Yesaya ada empat nyanyian tentang hamba Tuhan. (psl. 42:1-4; 49:1-7; 50:4-9; 52:13 - 53:12). Pasal 49 ini merupakan nyanyian kedua dari empat nyanyian tersebut yang menceritakan tentang karakter, karya dan pengalaman seorang hamba Tuhan. Nyanyian bagi Mesias yang dijanjikan sejak dahulu sebagai pembebas Israel. Dari nyanyian ini kita melihat ada 3 peranan Tuhan yang digambarkan, yaitu : (1) Ia telah memilih dan memanggil orang-orang yang telah ditentukanNya untuk menjadi hambaNya; Pemilihan adalah Otoritas Tuhan, pemilihan adalah Inisiatif Tuhan. (2) Ia yang akan melindungi, menyertai serta memberi kemampuan kepada hamba-hambaNya untuk melakukan tugas yang sudah Allah tentukan bagiNya; Tuhan tidak pernah membiarkan kita, melepaskan kita ketika kita diutus untuk memberitakan berita keselamatan. (3) Ia juga menentukan tugas hamba yang dipilihNya. Pertama : Menyatakan keagungan Tuhan yang layak diandalkan. Kedua : Mengembalikan Yakub kepadaNya (ayat 5) Artinya melalui Yesaya Israel dipanggil untuk mengutamakan Tuhan sehingga restorasi rohani akan berdampak pada tegaknya suku-suku Yakub. Ketiga : Menjadi terang bagi bangsa-bangsa (ayat 6). Ketika Israel dipulihkan bangsa-bangsa lain akan terheran-heran dan turut mengakui kedaulatan Allah yang disembah Israel. Menjadi terang juga berarti kita bertanggung-jawab atas "kegelapan-kegelapan" yang ada disekitarNya.
          Tuhan menyertai dan melindungi mereka seperti anak panah yang disembunyikan dalam tabung panahnya. Karena itulah hamba Tuhan tersebut sanggup melakukan tugasnya dengan baik, memberitakan perkataan Tuhan dengan tajam dan tepat sasaran seperti pedang yang tajam dan anak panah yang runcing. Ia tidak takut terhadap apapun sebab Tuhan yang telah memilih dan memanggilnya, maka Tuhan pula yang akan menyertainya. Mesias di bagian ini ditulis sebagai Hamba Tuhan yang menggambarkan bahwa Ia datang untuk melaksanakan misi Tuhan, kedatangan Mesias juga untuk menggenapi janji Tuhan kepada bangsa Israel menjadi terang dan membawa keselamatan kepada bangsa-bangsa.
                Bangsa Israel mengeluh karena keberadaan mereka di pembuangan Babel dan mereka mengganggap Tuhan telah meninggalkan serta melupakannya. Sebenarnya bangsa itu masih tetap umat yang dikasihi dan masih terus berstatus anak Tuhan serta umat Tuhan, yang dilukis di telapak tangan Tuhan bahkan Tuhan akan membangun Sion kembali dan menyelamatkan mereka. Semua ini terjadi karena Tuhan yang membuat segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Kita dipanggil seperti Hamba yang digambarkan ini untuk membawa kabar keselamatan kepada seluruh umat manusia. Kita dipanggil menjadi hamba penyelamat yang memberikan pengharapan kepada umat yang cemas dan kuatir dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Amin.

RT


*RT = Pdt. Retur Tanjung, S.Th




Minggu, 30 Maret 2014

Minggu, 5 Januari 2014 "Allah yang Mampu Menjaga dan Menggembalakan UmatNya"



ALLAH YANG MAMPU MENJAGA DAN MENGGEMBALAKAN UMATNYA 

YEREMIA 31 : 7 - 14

Syalom dan Selamat hari Minggu!

          Hari ini adalah hari ke-5 kita memasuki tahun yang baru 2014. Di tahun yang baru ini tentu banyak hal indah yang ingin kita dapatkan. Pengharapan kita di tahun ini tentu saja akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Baik yang dimaksud tentu dari semua aspek kehidupan kita. Jika pengharapan tersebut menjadi perjuangan kita, tentu kita juga harus membekali diri dengan berbagai perlengkapan. Salah satu perlengkapan yang harus kita miliki adalah keyakinan / iman bahwa di dalam Allah semuanya itu dapat kita peroleh.

          Pada minggu ini kita diingatkan tentang Kasih Allah yang dinyatakanNya melalui Yeremia terhadap umat pilihanNya untuk memulihkannya. Yeremia 30:3 menunjukan bahwa Allah berjanji akan memulihkan Israel dan Yehuda serta mengembalikan mereka ke negeri mereka. Israel dan Yehuda yang mengalami penderitaan di dalam pembuangan tidak pernah luput dari pantauan Allah. Rancangan Allah untuk umatNya terus berjalan, sebab sekalipun yang dihadapi / dialami umatNya, rancangan Tuhan bukanlah rancangan celaka melainkan rancangan damai sejahtera (Yeremia 29:11). Israel dan Yehuda tidaklah mempunyai kemampuan untuk melepaskan diri dari Babel, Hanya di dalam Allahlah Israel dan Yehuda mendapatkan kemenangan kembali ke tanah air mereka.

       Pada pasal 31 Allah menyatakan perjanjian baru bagi umatNya. Perjanjian tersebut menunjukan bagaimana Allah sangat mengasihi umatNya. Ungkapan : "Mendapatkan kasih karunia, memberi kasih yang kekal, membangun, memberi sukacita, memberi hasil dari kebun anggur, naik kepada kemuliaan Allah (31:1-7) jelas menyatakan peran Allah (inisiatif Allah) yang paling utama untuk mengubahkan umatnya. Cara Allah menyatakan kasihNya ditunjukkan dengan kembali mengumpulkan umatNya yang telah tercerai-berai dan memimpin mereka untuk mendapatkan sukacita, kesejahteraan, dan kemakmuran (ayat 1-12). Allah menyatakan bagaimana Dia sebagai Bapa (ayat 9), mengubahkan perkabungan menjadi sukaria (ayat 13) serta menjadikan para imam di dalam kelimpahan (ayat 14). Semua janji yang diungkapkan ini menjadi bukti bahwa Allah adalah segala-galanya, hanya Dialah perubahan manusia dapat terjadi, Di dalam Allah-lah umatNya mendapatkan keselamatan, kegembiraan dan kemenangannya.

           Sebagai orang yang percaya kita tidak menghendaki mendapatkan kegagalan, kekalahan di dalam kehidupan ini (tahun 2014 ini). Jika Israel pernah gagal dan kalah serta menderita karena mengandalkan diri sendiri, bangsa lain bahkan ilah lain, maka kita adalah umat Allah yang baru, tidak mau mengandalkan diri sendiri, orang lain ataupun yang ada di sekitar kita, sebab hanya Allah di dalam Yesus Kristuslah yang mampu menjaga dan menggembalakan kita. Akan banyak tantangan, godaan, bahkan tawaran yang akan kita hadapi/alami di tahun ini, tapi ingatlah semuanya itu hanya semu atau instan saja, bahkan hanya akan menjerumuskan kita. Percayakanlah kepada Yesus Kristus gembala Agung yang akan membawa kita kepada kemenangan, keselamatan dan hidup yang kekal. Amin. PHS

*PHS = Pdt. Patuan Hotman Simatupang, S.Th.



Sabtu, 29 Maret 2014

Minggu, 30 Maret 2014 "Hidup Sebagai Anak-Anak Terang"



HIDUP SEBAGAI ANAK-ANAK TERANG 

EFESUS 5 : 8 - 14

Syalom dan Selamat hari Minggu!

          Dalam khotbah hari ini Paulus membicarakan tentang kehidupan anak-anak terang. Perjumpaan dengan Tuhan telah mengubah kehidupan anak-anak kegelapan menjadi anak-anak terang. Ini adalah pembaharuan hidup dari dikuasai oleh kegelapan dosa menjadi terang selama ia berada di dalam TUHAN. Rasul Paulus mengungkapkan bahwa jemaat menjadi terang selama ia berada di dalam TUHAN, oleh karena itu harus terus-menerus berelasi dengan TUHAN Sang sumber terang. Tanpa TUHAN terang terhilang. Kehidupan manusia yang tidak berelasi dengan TUHAN pun akan menjadi rusak (tidak bermoral, berdosa, dan sesat). Jemaat mesti mempertahankan terang tersebut dengan meninggalkan perilaku lama secara total dan berperilaku sebagaimana manusia baru.

              Kehidupan kegelapan yang diperbaharui akan berubah menjadi kehidupan terang. Pembaharuan itu terjadi manakala mengalami perjumpaan dengan Kristus. Prosesnya adalah pertama-tama mereka memahami dan merasakan kebaikan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian mereka berupaya untuk menyatakan hidup yang baik dan kudus dalam berelasi dengan sesamanya. Apakah kita menghayati bahwa terang Kristus senantiasa menerangi kita untuk melakukan pembaharuan hidup? manusia baru adalah manusia yang hidup sebagai anak-anak terang, yang selalu diperbaharui terus-menerus.

               Dengan demikian khotbah ini mengajak kita untuk menjadi orang Kristen yang berdampak, mampu memberikan pengaruhnya kepada orang lain melalui cara hidup kita yang meneladani Allah, khususnya kepada mereka yang hidup dalam perhambaan dosa. Semuanya dimulai dari hidup kita sendiri untuk tidak berkompromi dengan dosa sehingga buah yang kita hasilkan hanya buah yang manis dan menyenangkan kepada orang lain dan menjadi berkat kepada sesama. Bagi sejumlah orang hidup dalam kebaikan dan kebenaran mungkin tidak sulit, mengungkapkan dosa orang lain juga mudah, namun jangan lupa bahwa tujuan akhirnya adalah menuntun orang keluar dari kegelapan dan hidup dalam terang kebenaran. Ini harus menjadi tujuan akhir bersama, sebab jika tidak, kita akan terperangkap dalam kecenderungan menghakimi dan menghukum semata. Terang Kristen bukan hanya menyingkapkan kegelapan, tetapi juga menghilangkannya. Amin. ARP


*ARP = Pdt. Adian R. Pasaribu, S.Th.




Minggu, 19 Januari 2014

Minggu, 12 Januari 2014 "Yesus dikasihi dan diperkenan Allah"


YESUS DIKASIHI DAN DIPERKENAN ALLAH 

MATIUS 3 : 13 - 17
Syalom dan Selamat hari Minggu!

          Kini kita tiba di Minggu 1 setelah Ephipanias. Ephipanias dari kata Yunani Ephiphania dengan arti : "penampakan" atau "manifestasi". Ephipanias adalah merupakan hari besar bagi gereja mula-mula yang dirayakan setiap tanggal 6 Januari. Ada dua peristiwa yang dirayakan pada peringatan ephinanias, yaitu kunjungan orang-orang Majus ke bayi Yesus, dan baptisan Yesus oleh Yohanes di sungai Jordan. Kunjungan orang-orang Majus itu berarti Kristus telah menampakan diri kepada orang-orang kafir (bukan Yahudi) dan baptisanNya berarti pelayananNya sudah dimulai.
        Nats  di atas ditetapkan untuk minggu pertama setelah Ephipanias hari ini. Matius menuturkan cerita tentang Yesus setahap demi setahap, memulai dengan menuturkan kelahiran Yesus di dunia ini. Selanjutnya ia menuturkan, meskipun secara tidak langsung, bahwa Yesus harus dengan setia menunaikan tugasNya di rumah keluarga, sebelum Yesus memulai tugasNya bagi dunia. Yesus masih harus menyatakan kesetiaanNya di dalam tugasNya yang kecil sebelum Allah memberikanNya tugas yang lebih besar di dalam dunia (Matius 25 : 21). 
            Munculnya Yohanes Pembabtis dan pada saat itu Yesus tahu, bahwa saatNya telah tiba bagiNya untuk menunaikan tugas yang lebih besar. Yesus menyamakan diriNya dengan manusia pada umumnya yang sedang mencari Tuhan, sekaligus menunjukan kenyataan tentang Yesus, yaitu bahwa Yesus adalah tokoh yang benar - benar dipilih oleh Allah (Yesaya 42 : 1), dan bahwa jalan kemenangan Yesus harus melalui kayu salib (hamba yang menderita) - Yesaya 53. Jika ada seorang yang mempunyai visi atau penglihatan akan sesuatu hal, maka persoalan yang segera dihadapinya ialah bagaimana merubah visi itu agar menjadi kenyataan. Orang tersebut harus berusaha menemukan jalan untuk merubah impiannya menjadi kenyataan. Persoalan seperti itulah yang juga yang dihadapi Yesus. Yesus telah datang untuk membimbing manusia kepada Allah. Bagaimanakah cara yang dilakukannNya? Apakah Ia harus memakai cara yang penuh kesabaran, pengorbanan, kasih? Kasih itulah yang di"nampakan" dalam peristiwa natal, kasih yang begitu besar (Yohanes 3 : 16) dan itulah yang diingatkan firman Tuhan melalui minggu Ephipanias hari ini, yaitu untuk menampakan, memanifestasikan Firman dan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, dalam keluarga, masyarakat dan gereja untuk memulai dan menjalani tahun yang baru ini. Tuhan Yesus memberkati, Amin.

ARP


*ARP = Pdt. Adian R. Pasaribu, aS.Th.




Senin, 30 Desember 2013

Minggu, 29 Desember 2013 "Diperbaharui Oleh Kristus"

DIPERBAHARUI OLEH KRISTUS
(Kolose 3 : 15 -17)

     Syalom dan Selamat Hari Minggu! 

     Rasul Paulus melihat pentingnya pembaharuan dengan ungkapan : meninggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru yang terus-menerus dibaharui (Kolose 3 : 10). Proses pembaharuan dari kebiasaan-kebiasaan manusia lama menuju manusia baru itu perlu dilengkapi dengan adanya hal-hal yang harus dibuang dan hal-hal apa yang perlu dilaksanakan secara terus-menerus. Apa yang dilakukan oleh manusia lama digambarkan melalui sebuah daftar yang gamblang (Kolose 3 : 5, 8, dan 9). Kemudian bagi manusia barupun sebuah daftar tentang apa saja yang harus dilakukan sudah diberikan oleh Paulus (Kolose 3 : 12-15). Pedoman semacam ini amat berguna sebagai panduan hidup kita.
     
     Dalam kehidupan kita sebagai orang yang beriman kepada Kristus, patutlah kita juga berbuat apa yang dikatakan oleh Paulus agar supaya damai sejahtera yang kita terima dari Tuhan Yesus, kita dimampukan untuk memberikan teladan dalam melaksanakan apa yang difirmankan oleh Tuhan, setiap saat kita dapat bersukacita dalam hidup ini hanya karena Tuhan memampukan kita. kita dapat berbuat baik, berfikir dan menyaksikan di dalam perbuatan kita, sehingga orang lain dapat merasakan apa yang telah kita terima dari Tuhan dan dapat dinyatakan dalam hubungan kita sebagai pribadi lepas pribadi, terhadap persekutuan dalam gereja kita dan di tempat kita bekerja. Teladan yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus bagi kita, itulah yang kita andalkan demi nama Tuhan, dan melalui itu juga, orang lain dapat memuliakan Tuhan Yesus dalam memuji Tuhan, dan dapat memberlakukan apa yang telah dilakukan Tuhan Yesus dalam kehidupan setiap harinya. Hati yang selalui diperbaharui oleh Roh Kudus, itulah yang menjadi andalan kita.

     Beberapa hari lagi kita akan meninggalkan tahun 2013 dan kita akan melangkah untuk menjalani tahun 2014. Karena itu marilah kita meninggalkan kebiasaan-kebiasaan atau karekter manusia lama kita dan mau diperbaharui oleh Kristus menjadi karakter manusia baru. Dari orang yang sombong menjadi orang yang rendah hati karena kerendahan hati adalah sikap yang terhormat (gentleman), dari orang yang kasar menjadi orang yang lemah lembut karena kelemahlembutan adalah perhiasan yang terindah (Matius 11 : 29). Dari orang yang berjiwa perang menjadi orang yang berjiwa damai karena damai itu indah. Orang yang tidak mau berdamai adalah orang yang memutuskan jembatan, yang akan dilaluinya sendiri, menyiksa dirinya sendiri dan menciptakan penderitaan dalam dirinya sendiri. Orang yang mau berdamai adalah orang yang membangun jembatan, yang akan dilaluinya sendiri sekaligus melepaskan dirinya dari belenggu penderitaan yang ada dalam hati, jiwa dan pikirannya (Matius 5 : 9). Di mana ada damai di sana ada pengampunan dan di mana ada pengampunan di sana ada rasa bahagia dan ketika kita merasa bahagia kita memperoleh apa yang kita inginkan. RT/2013


SELAMAT HARI NATAL 2013 DAN SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU 2014



Sabtu, 05 Oktober 2013

Minggu, 15 September 2013 "Kuasa Kasih Kristus Merubah Hidup"

KUASA KASIH KRISTUS MERUBAH HIDUP
1 Timotius 1 : 12-17

     Dijelaskan dalam perikop ini bahwa Paulus dalam kehidupannya, sebelum menerima Kristus penuh dengan dosa, kejahatan, menganiaya orang-orang Kristen, dan tidak percaya kepada Kristus (Kis 8:1-3). Dalam pengakuan Paulus, kuasa kasih Kristus itu sudah mengubah sikap hidupnya, jalan pikirannya, berubah dari jahat menjadi baik, dari melawan, mengejar orang-orang Kristen. berubah menjadi pemberita Injil, dan membela Kristus (Kis. 9 : 20-31). Melalui perubahan hidup Kristus, olah karena kuasa firman Tuhan yang dia terima, dia dikuatkan, diselamatkan. Injil keselamatan yang diberitakan membuat orang banyak menerima Kristus di jemaat-jemaat di luar Yerusalem. Paulus yakin dalam iman percayanya kepada Kristus, oleh karena kuasa Roh Kudus, dia merasa berhutang dan terus menerus memberitakan Injil Kristus, karena Injil Kristus adalah kekuatan dan kuasa Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Melalui kuasa Kristus, Paulus dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil di luar orang-orang Jahudi yang selama ini belum percaya, menjadi percaya kepada Kristus menjadi juruselamatnya. Paulus mengatakan, oleh karena kasih karunia Yesus Kristus dalam kehidupannya, dia tahan menderita, dihina, direndahkan orang-orang yang menganggap mengetahui pengetahuan tentang taurat Tuhan. Kasih Kristus yang hidup dalam hidup Paulus, itulah yang membuat dia mampu berbuat baik. Dia merasakan bagaimana kuasa Allah itu sudah menyelamatkan dia dari kuasa dosa dan kematian.

    Semakin jelas kita mengenal Tuhan, semakin jelas kita mengenal diri dan rendah hati di hadapan-Nya. Mari kita lihat beberapa tulisan Paulus, ketika ia menggambarkan tentang siapa dirinya: "Aku adalah yang paling hina dari semua rasul" (1 Korintus 15 : 9), setelah sekian tahun berlalu, ia mengatakan "kepadaku yang paling hina diantara segala orang kudus." (Efesus 3 : 8). Di penghujung usianya, Paulus menyatakan " Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. (1 Tim 1 : 15). Semakin mengenal kristus, semakin meninggikan Kristus. Semakin Paulus mengenal Kristus, ia semakin meninggikan salib Kristus dan menaikkan pujian bagi Tuhan. Pengenalan akan Kristus membuat rasul Paulus semakin rindu meninggikan Tuhan di dalam kehidupannya.

     Dalam kehidupan orang beriman kepada Kristus, hidupnya selalu berpusat kepada Kristus. Hidup dalam perkataan, firman-Nya, dan kuasa-Nya dan hubungan dengan sesama. Kuasa yang ada di dunia ini hanya sementara, punya batas-batas waktu karena tidak ada yang kekal dalam hidup manusia. Kristuslah yang berkuasa dalam hidup orang yang beriman, perbuatannya adalah perbuatan Kristus, melalui hubungan baik, mengasihi, semuanya telah dikuasai, dihidupi oleh kuasa Kristus. Hidupnya bukannya hidupnya lagi, tapi Kristuslah yang hidup dalam pikiran dan perbuatannya. Sebelum kita mau dengan rendah hati, setia menerima melakukan kehendak Yesus, kita belum dapat menjadi saksi dan alat yang dipakai Tuhan untuk memuliakan nama-Nya. Tuhan menuntut kita hidup sesuai dengan kehendak-Nya, mau merubah sikap. Walaupun kita hidup di dunia ini, kita tidak serupa dengan dunia ini, tapi kita harus mau diubah dan diperbaharui oleh kuasa firman Tuhan. Dengan demikian kuasa Kristus itulah yang merubah hidup orang percaya menjadi manusia baru. Amin.

RT

*RT = Pdt. Retur Tanjung, S.Th.

Minggu, 29 September 2013 "Tolak Ukur Allah Dalam Penghakiman"

TOLAK UKUR ALLAH DALAM PENGHAKIMAN
(Matius 25 : 34 -40)

     Allah akan menghakimi kita sesuai dengan reaksi kita terhadap kebutuhan manusia. Penghakiman Allah tidak tergantung pada pengetahuan yang kita kumpulkan, atau kemasyuran yang kita raih, atau harta yang kita peroleh, melainkan pada pertolongan yang kita berikan, yaitu pertolongan dalam hal yang sederhana. Yang disebut Yesus disini ialah memberi makan yang lapar, memberi minum orang yang haus, memberi tumpangan bagi orang asing, menghibur yang sakit, mengunjungi tahanan dalam penjara, adalah hal-hal yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Pertolongan itu harulah tidak memperhitungkan untung rugi. Mereka yang memberi pertolongan tidak menyangka mereka sedang menolong Kristus, serta sedang menumpuk harta di sorga. Mereka menolong karena mereka tidak dapat berdiam diri, berbuat baik adalah bagian dari hidupnya. Pertolongan itu adalah reaksi yang wajar, naluriah, yang tak memperhitungkan laba rugi dari hati yang mengasihi. Sementara itu dipihak lain sikap mereka yang tidak memberi pertolongan ialah "Sekiranya kami tahu bahwa orang itu adalah Engkau, maka kami tentu akan menolong, tetapi kami kira dia cuma orang biasa yang tidak layak ditolong". Sampai saat ini masih saja terjadi bahwa ada orang yang memberi pertolongan apabila mereka dipuji, terselubung. Pertolongan yang berkenan bagi Allah ialah pertolongan yang diberikan tanpa pamrih dan bahwa semua pertolongan semacam itu sebenarnya diberikan kepada diri-Nya. Bagaimana bisa begitu? Jika kita benar-benar ingin menyenangkan hati seorang ayah dan ibu, cara yang terbaik ialah menolong anaknya. Allah adalah Bapa yang Agung dan cara menyenangkan hati Allah ialah menolong anak-anakNya, yaitu sesama kita.

     Ada orang yang mengalami bahwa perumpamaan ini sungguh terjadi dan memberkati hidupnya. Martin dari Tours. Ia adalah seorang serdadu Romawi dan seorang Kristen. Pada suatu hari di musim dingin, ketika memasuki sebuah kota, seorang pengemis menghentikannya dan meminta sedekah. Martin tidak punya uang, tetapi pengemis itu sangat menderita, tubuhnya gemetar kedinginan, lalu Martin memberikan apa yang ia punya. Ia melepaskan mantel tentaranya, yang sudah agak usang. Ia mecabiknya menjadi dua, dan memberi yang separuh kepada si pengemis. Malam harinya Martin bermimpi. Dalam mimpinya ia melihat tempat seperti sorga. Para Malaikat, dan Yesus ada di tengah-tengah. Dan Yesus sedang mengenakan mantel tentara romawi yang separuh itu. Salah seorang malaikat bertanya kepada-Nya. "Tuhan, mengapa Engkau mengenakan mantel tua yang usang itu? siapa yang memberikan itu pada-Mu?... lalu Yesus menjawab dengan lembut, "hambaKu Martin "Dialah yang telah memberikannya padaKu. Ketika kita mengenal kebaikan hati yang tidak menghitung-hitung untung-rugi untuk menolong sesama manusia dalam hal-hal yang sederhana, kita juga akan mengalami sukacita dalam menolong Yesus Kristus sendiri. Amin.

ARP

*ARP = Pdt. Adian R. Pasaribu, S.Th.

Minggu, 16 Juni 2013 "Dosamu Telah Diampuni"

Dosamu Telah Diampuni
Lukas 7 : 40-50

     Adalah sangat menarik untuk disimak bahwa kejadian dalam nats ini memperlihatkan suatu kontras antara dua sikap pikiran dan hati. Simon sangat sadar bahwa ia tidak membutuhkan apa-apa dan karena itu juga tidak merasakan kasih dan tidak menerima pengampunan. Kesan simon terhadap dirinya sendiri adalah seorang baik dihadapan manusia dan dihadapan Tuhan. Sebaliknya wanitu itu sadar akan adanya kebutuhan yang sangat mendesak di dalam dirinya, dan karena itu diliputi oleh kasih terhadap Yesus, dia yang sanggup memberikan kasih itu, dan dengan demikian juga menerima pengampunan, Yesus berkata dosamu telah diampuni.

     Satu hal yang menyebabkan tertutup dari Allah atau menutup diri terhadap Allah adalah perasaan diri cukup, bahwa ia tidak membutuhkan apa-apa lagi. Dan hal yang aneh adalah bahwa makin baik seseorang makin ia merasa akan dosa-dosanya, ibarat ilmu pengetahuan semakin banyak yang diketahui seseorang, semakin dia sadar semakin banyak pula yang belum diketahuinya. Paulus berkata-kata tentang dosa manusia, dimana ia adalah yang paling berdosa, Fransisikus dari Asisi. Karena itu benarlah kalau dikatakan bahwa dosa yang paling besar adalah apabila seseorang tidak menyadari bahwa ia berdosa. Perasaan membutuhkan akan membuka pintu kepada pengampunan Allah, sebab Allah adalah KASIH, dan kemuliaan kasih yang terbesar dibutuhkan.

     Sehingga kisah dalam perikop ini menceritakan bahwa wangi dari perbuatan yang indah akan semerbak untuk selamanya. Hal yang indah sangat sedikit jumlahnya sehingga satu saja akan bersinar seperti cahaya dalam dunia yang gelap gulita. Pada akhirnya hidup Yesus adalah banyak sekali kepahitan, penghianatan, dan intrik banyak sekali terjadi. Sehingga kisah yang satu ini bersinar bagaikan sebuah oase cahaya di tengah dunia ini, hanya sedikit hal-hal besar yang dapat dikerjakan orang untuk meninggalkan kenangan akan suatu perbuatan yang indah, dan hanya orang yang benar untuk meninggalkan kenangan akan suatu perbuatan yang indah, dan hanya orang yang benar percaya kepada Tuhan Yesus mampu membuat apa yang paling berharga sebagai persembahan yang harum dan keyakinan seperti itulah menyelamatkan karena kita telah menerima pengampunan dosa.


ARP
 

Minggu, 8 September 2013 "Allah Mengetahui Isi Hati Manusia"

"Allah Mengetahui Isi Hati Manusia"
Matius 7 : 15-23

     Dari jaman perjanjian lama sampai jaman perjanjian baru banyak terdapat nabi-nabi palsu. Kitab Matius yang di tulis kira-kira tahun 85 Masehi waktu itu jabatan Nabi masih merupakan jabatan resmi yang ada di dalam gereja. Dan pada waktu itu terdapat banyak orang dengan sengaja meninggalkan segala sesuatu miliknya, lalu berkeliling kesana-kemari, dari gereja yang satu ke gereja yang lain, menyampaikan berita yang katanya berasal dari Allah secara langsung. Nabi-nabi itu memang bisa menjadi sumber inspirasi gereja-gereja tersebut. namun jabatan kenabian itu ternyata dapat, bahkan sering, disalahgunakan. Sehingga sejarah masa lampau dan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada jaman Yesus membuat perkataan-perkataan Yesus itu hanya menjadi pelajaran bermakna juga sampai jaman ini untuk mengenal nabi-nabi yang benar dan mana yang palsu, karena hanya dapat dibuktikan dari perbuatan dan tingkah laku sehari-hari.

     Yesus memberikan nasihat bahwa pada akhirnya iman dan kepercayaan itu tidak ditopang dengan perkataan-perkataan atau berita-berita palsu, namun bagi setiap ajaran yang benar adalah "apakah ajaran itu memperkuat orang untuk menanggung beban hidup dan berjalan di jalan yang memang sudah seharusnya ditempuh? Karena itu tugas para guru dan pengkhotbah yang benar adalah menyampaikan kebenaran Tuhan di dalam Yesus Kristus dan bukan kebenaran dan ide-ide mereka sendiri. Karena itu sesuatu pengajaran yang disebut palsu apabila menghasilkan agama yang utamanya terdiri dari ketaatan kepada hal-hal lahiriah saja. Memang agama dapat dan mudah dihancurkan dengan kegiatan-kegiatan agamaniah dan pada umumnya sering terjadi adanya ajaran yang mengatakan, bahwa agama terdiri dari ke gereja hari minggu, ikut perjamuan kudus, membayar persembahan, dan membaca Alkitab. Banyak orang dengan mudah melakukan hal itu semua, namun masih belum dapat disebut orang Kristen yang benar, karena kekristenan bukanlah suatu ajaran yang mudah dan gampang, bahkan ajaran disebut palsu apabila ajaran itu membuang tiang-tiang penting agama, mengeluarkan salib dari kekristenan, mengurangi ancaman yang terkandung di dalam suara Kristus, mengesampingkan hukuman dan meninabobokan orang. Karena agama dimaksudkan untuk mendekatkan orang yang satu kepada yang lain bukan untuk mencerai-beraikan, menghimpun bukan untuk memecah-mecahkan ke dalam kelompok yang saling bertentangan, yang sombong dan bersifat memisahkan diri, dan mengatakan bahwa hanya gereja atau kelompok orang kristen tertentu saja yang memiliki Anugerah Allah, adalah ajaran palsu.

     Karena itu hanya ada satu jalan untuk membuktikan kesungguhan seseorang, yaitu melalui tindakan dan perbuatan yang nyata. Kata-kata yang baik tidak pernah bisa menggantikan perbuatan yang baik dan hanya satu bukti kasih, yaitu ketaatan. Tidak ada gunanya bagi kita untuk mengatakan bahwa kita mengasihi seseorang, padahal perbuatan dan tingkah laku kita menyakiti dan menghancurkan hati orang tersebut. Kita sering mengakui mengasihi Allah dengan bibir kita namun meremehkan bahkan melupakan-Nya. Mengucapkan Pengakuan Iman Rasuli tidak sulit, yang sulit adalah melakukan hidup kekristenan di dalam kehidupan nyata kita. Iman tanpa perbuatan adalah suatu pertentangan, dan kasih tanpa ketaatan adalah suatu ketidakmungkinan. Maka Yesus mengingatkan; ada yang mungkin berhasil mempertahankan kepalsuannya untuk waktu yang lama. Namun saatnya pasti akan tiba ketika semua kepalsuan itu akan diungkapkan secara terbuka. Kita bisa saja menipu orang lain dengan perkataan-perkataan kita, tetapi kita tidak pernah bisa menipu Allah.

ARP

diambil  dari ringkasan khotbah HKBP Kebun Jeruk dari kertas acara.